BerandaBlog › Biaya Bikin Website UMKM

Berapa Biaya Bikin Website untuk UMKM 2026? Panduan Lengkap

18 Juli 2026 · 6 menit baca · oleh Tim Situva

Salah satu pertanyaan pertama yang muncul saat pemilik UMKM ingin punya website adalah: "berapa sih biayanya?" Jawabannya sering bikin bingung karena rentangnya lebar sekali, dari gratisan sampai puluhan juta. Di artikel ini kami uraikan secara jujur kisaran biaya bikin website untuk usaha kecil di 2026, apa saja yang memengaruhinya, dan bagaimana memilih agar anggaran Anda tidak terbuang percuma.

Kenapa biaya bikin website bisa berbeda jauh?

Website itu seperti membangun toko: ada yang cukup lapak sederhana, ada yang butuh ruko lengkap dengan etalase dan kasir. Biayanya mengikuti kebutuhan dan siapa yang mengerjakan. Website company profile 5 halaman jelas berbeda dengan toko online yang punya katalog produk, keranjang belanja, dan integrasi pembayaran.

Jadi sebelum bicara angka, penting memahami dulu faktor-faktor yang membentuk harganya.

Faktor yang menentukan biaya website

Kisaran biaya bikin website untuk UMKM (2026)

Berikut gambaran umum di pasar Indonesia. Angka ini perkiraan kasar dan bisa bervariasi tergantung kebutuhan:

CaraPerkiraan biayaCocok untuk
Bikin sendiri (website builder)Gratis – ratusan ribu/bulanYang punya waktu & mau belajar sendiri
FreelancerRatusan ribu – beberapa jutaAnggaran terbatas, siap komunikasi teknis
Jasa pembuatan websiteMulai ~Rp1,5 juta ke atasIngin hasil profesional tanpa ribet

Bikin sendiri memang paling murah, tetapi butuh waktu dan hasilnya sering terlihat "template". Freelancer bisa lebih murah, namun kualitas dan tanggung jawabnya beragam. Jasa profesional memberi hasil yang lebih rapi, terarah, dan biasanya disertai garansi serta pendampingan.

Jangan lupa: biaya domain dan hosting

Banyak pemilik usaha kaget saat tahun kedua ditagih perpanjangan. Website butuh dua hal berulang setiap tahun:

Pastikan Anda menanyakan sejak awal: apakah domain dan hosting sudah termasuk, dan berapa biaya perpanjangan tahun berikutnya. Transparansi soal ini menghindarkan Anda dari sengketa biaya di kemudian hari.

Tips agar anggaran tidak boros

  1. Tentukan tujuan dulu. Mau menampilkan profil, jualan online, atau menangkap leads? Tujuan menentukan fitur yang benar-benar Anda butuhkan.
  2. Mulai dari yang penting. Tidak perlu semua fitur sekaligus. Website bisa dikembangkan bertahap seiring bisnis tumbuh.
  3. Perjelas ruang lingkup. Berapa halaman, berapa kali revisi, apa yang termasuk. Ini mencegah biaya tambahan mendadak.
  4. Cek portofolio & garansi. Lihat contoh karya dan tanyakan garansi perbaikan agar Anda tenang setelah website jadi.

Contoh paket harga yang transparan

Sebagai gambaran, di Situva kami membuat paket dengan harga yang jelas di depan, sudah termasuk domain dan hosting tahun pertama serta garansi perbaikan. Anda bisa melihat paket harga lengkapnya di sini, atau melihat contoh karya kami lebih dulu.

Masih ragu paket mana yang cocok?

Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dulu, gratis dan tanpa komitmen. Kami bantu hitung yang paling pas dengan anggaran Anda.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Intinya, biaya bikin website untuk UMKM bukan soal "murah" atau "mahal", tetapi sesuai kebutuhan dan jelas rinciannya. Dengan memahami faktor-faktornya, Anda bisa memilih dengan tenang dan mendapatkan website yang benar-benar berguna untuk bisnis Anda.